Gangguan Tidur Hipersomnia

wp-1520641896290..jpgHipersomnia idiopatik primer adalah gangguan neurologis di mana pasien tidur malam hari daam jangka waktu lama tetapi tidak menyegarkan. Sehingga sering kali pasien melakukan tidur siang yang juga lama dan tidak memuaskan. Pasien hipersomnia mungkin tidur selama jangka waktu kurang lebih 20 jam sehari. Hasil pemeriksaan biasanya menunjukkan arsitektur tidur relatif normal dibandingkan dengan arsitektur tidur yang terganggu pada narkolepsi. Hipersomnia mungkin juga sekunder yang diakibatkan oleh kondisi medis seperti infeksi virus, terutama mononukleosis dan ensefalitis, atau hidrosefalus

Hipersomnia
Gangguan tidur Hipersomnia adalah kondisi ketika seseorang tidur secara berlebihan atau mengalami kesulitan untuk tetap terjaga pada siang hari. Penderita hipersomnia bisa tertidur kapan saja, misalnya ketika bekerja atau mengemudi. Selain itu, mereka akan mengalami kekurangan energi dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Hipersomnia disebabkan oleh:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Narkolepsi.
  • Penyalahgunaan minuman keras atau narkoba.
  • Kurang tidur di malam hari.
  • Cedera atau kelainan di kepala.
  • Depresi dan faktor keturunan.
  • Obat-obatan.

Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan. Selain itu, pasien akan disarankan untuk tidur lebih cepat dan menghindari minuman keras dan kafein sebelum tidur.

Tidur dan Gangguan Tidur

Tidur merupakan salah satu fungsi dari otak,dimana dengan bila fungsi ini terganggu tentunya dapat menyebabkan masalah pada diri kita. Pemahaman tentang proses tidur dan terjaga menimbulkan identifikasi dan klasifikasi terhadap berbagai macam gangguan tidur. Penilaian tahapan tidur secara klasik menggunakan teknik ini yang membagi proses dari terjaga menuju tidur, yang terdiri atas empat tahap tidur non-gerakan mata yang cepat (NREM) dan satu tahap tidur rapid eye movement (REM) .

Pada saat terjaga tonus otot cenderung tinggi, dan gerakan mata yang cepat. Sedangkan pada tahap tidur NREM 1 ditandai dengan gerakan mata bergulir serta reaktivitas terhadap rangsangan luar yang menurun, dan pemikiran dapat dilanjutkan tapi tidak lagi berorientasi realitas. Tahap 2 terdiri dari EEG dengan latar belakang tegangan rendah sampai sedang dengan disertai adanya ‘’spindle’’ tidur pada bacaan EEGnya. Tahap 3 ditunjukkan dengan adanya amplitudo tinggi (0 sampai 2 Hz) frekuensi delta yang menempati 20% sampai 50% dari latar belakang bacaan EEG. Tahap 4 mirip dengan tahap 3, kecuali tegangan tinggi gelombang delta yang membentuk minimal 50% dari hasil bacaan EEG. Tahap 3 dan 4 sering digabungkan dan disebut sebagai tidur delta/tidur gelombang lambat/ tidur nyenyak. Selama kita tertidur nyenyak, detak jantung dan tingkat pernapasan diperlambat dan dijaga agar tetap teratur. Dalam tidur NREM tonus otot cukup tinggi tetapi lebih rendah daripada saat kondisis terjaga.Pola EEG selama tidur REM terdiri dari tegangan rendah serta aktivitas otak dengan frekuensi campuran sekilas mirip dengan hasil EEG pada tidur tahap 1. Tinggi amplitudo berkisar 3 – 6-Hz dan membentuk gelombang segitiga.

Gangguan tidur merupakan masalah umum pada pasien yang berusia tua. Gangguan ini dapat menyebabkan kesusahan dan ketidaknyamanan, fungsi siang hari terganggu, dan komplikasi serius. Pada zaman Yunani kuno, Democritus percaya bahwa penyakit fisik adalah penyebab kantuk di siang hari dan gizi buruk adalah penyebab utama insomnia. Akan tetapi pada sebagian besar dari catatan sejarah masalah tidur ini masih dianggap sebagai akibat dari penyakit medis atau kejiwaan ketimbang gangguan primer. Tidur dipandang sebagai proses pasif, mirip dengan kematian, dan gagasan bahwa fisiologi tidur teratur dapat menyebabkan sindrom spesifik masih belum diketahui

1517384349810-5.jpgwp-1518337224175..jpgwp-1518337476378..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s